Ini blog buat mencatat semua yang gue dan teman-teman pengen catat, dari makanan, eksperimen, minuman, perjalanan, pokoke apa aja yang penting ngisinya musti sopan, tidak boleh pakai kata2 porno, makian dll (kecuali mendapat izin dari Kentut Ijo).
Sunday, July 06, 2008
Thursday, June 12, 2008
Wednesday, June 11, 2008
hmmm still alive?
Wednesday, June 28, 2006
han-guk eumsik 6: patbingsu
mari kita lewatkan musim panas dengan pat-bing-su!
bulan juli dan agustus benar2 super gerah di korea! bikin pengen minum es terus. walaupun bulan juni sudah masuk musim panas, tapi sebetulnya masih adem. nggak termasuk musim semi karena udara tidak sesejuk musim semi. tapi keadaan masih bikin kita sering pakai jaket tipis. karena? karena hujan! huehehehe..
juli-agustus dengan kelembaban yg sedemikian parah (89% bok! di indonesia aja max paling 70-an persen), bikin bernafas susah karena banyaknya molekul h2o di udara, badan berkeringat terus, dan lengket2 bikin pengen mandi terus. malam2 pun suhu udara mirip2 dengan siang hari (beda dengan di indonesia yang kalau malam udara jadi sejuk sampai pagi). jadi, malam2 pun masih nyaman makan patbingsu!
pat = kacang merah
bingsu = air es (air yg mengandung balok2 es).
jadi, intinya patbingsu ini adalah es hancur (balok2 es yg digepuk hancur), dicampur kacang merah (yg sudah direbus tentunya), dan buah2an potong dadu. jadi mirip2 es buah.
tapi buat gue pribadi, patbingsu ini mbosenin (bikin bosan). coba ya, makan kacang merah dingin2 gitu dengan campuran buah2? kenapa tidak cari yg lain?
karena paham dengan sifat mbosenin-nya patbingsu, berbagai gerai makanan menyediakan menu patbingsu khusus di musim panas. contohnya, kfc dan mcdonalds sejak bulan juni mulai mengeluarkan patbingsu dengan tambahan2 khas dari mereka. dan, yang paling gue suka adalah tambahan yoghurt!
gerai eskrim yoghurt terkenal banget di korea. banyak yg bikin. mulai dari red mango, yoghurt queen, yogorino, dll. dan kalau musim panas juga keluar patbingsu yoghurt!

foto atas: tampak depan-atas. terlihat bulatan2 coco pops cereal. dan si putih meliuk, alias si eskrim yoghurt. foto bawah: tampak samping.

foto bawah: setelah diaduk. hancur begini, hehehe. biasanya kalau udah begini jadi malas lagi makannya. tinggal air es rasa manis saja.

foto2 diatas diambil dari musim panas tahun lalu. oke, mulai bulan depan gue mau gerilya coba2 patbingsu yg lain2!
bulan juli dan agustus benar2 super gerah di korea! bikin pengen minum es terus. walaupun bulan juni sudah masuk musim panas, tapi sebetulnya masih adem. nggak termasuk musim semi karena udara tidak sesejuk musim semi. tapi keadaan masih bikin kita sering pakai jaket tipis. karena? karena hujan! huehehehe..
juli-agustus dengan kelembaban yg sedemikian parah (89% bok! di indonesia aja max paling 70-an persen), bikin bernafas susah karena banyaknya molekul h2o di udara, badan berkeringat terus, dan lengket2 bikin pengen mandi terus. malam2 pun suhu udara mirip2 dengan siang hari (beda dengan di indonesia yang kalau malam udara jadi sejuk sampai pagi). jadi, malam2 pun masih nyaman makan patbingsu!
pat = kacang merah
bingsu = air es (air yg mengandung balok2 es).
jadi, intinya patbingsu ini adalah es hancur (balok2 es yg digepuk hancur), dicampur kacang merah (yg sudah direbus tentunya), dan buah2an potong dadu. jadi mirip2 es buah.
tapi buat gue pribadi, patbingsu ini mbosenin (bikin bosan). coba ya, makan kacang merah dingin2 gitu dengan campuran buah2? kenapa tidak cari yg lain?
karena paham dengan sifat mbosenin-nya patbingsu, berbagai gerai makanan menyediakan menu patbingsu khusus di musim panas. contohnya, kfc dan mcdonalds sejak bulan juni mulai mengeluarkan patbingsu dengan tambahan2 khas dari mereka. dan, yang paling gue suka adalah tambahan yoghurt!
gerai eskrim yoghurt terkenal banget di korea. banyak yg bikin. mulai dari red mango, yoghurt queen, yogorino, dll. dan kalau musim panas juga keluar patbingsu yoghurt!

foto atas: tampak depan-atas. terlihat bulatan2 coco pops cereal. dan si putih meliuk, alias si eskrim yoghurt. foto bawah: tampak samping.

foto bawah: setelah diaduk. hancur begini, hehehe. biasanya kalau udah begini jadi malas lagi makannya. tinggal air es rasa manis saja.

foto2 diatas diambil dari musim panas tahun lalu. oke, mulai bulan depan gue mau gerilya coba2 patbingsu yg lain2!
Sunday, February 26, 2006
han-guk eumsik 5: banchan
banchan artinya side dishes.
kalau di tempat2 makan di korea, kita sering lihat piring2/mangkok2 kecil juga disajikan selain piring/mangkok besar tempat makanan yg kita pesan. biasanya sih 2-3 jenis saja. dan salah satunya pasti ada kimchi. yah maklum, itu sambalnya orang korea, hehehe.
suatu hari, gue dan chinmi mampir makan malem, pas kita berdua lagi kencan ke pinggir pantai (cieeh, padahal sih hunting foto), hampir setahun yg lalu di busan. di resto biasa. entah karena busan memang lebih murah, gue beli mie rebus cuma 1500 won! lalu si chinmi beli dolsot bibimbap. di tempat lain harganya biasanya 4000, eh di situ cuma 3000 (apa 3500 ya, gue lupa). pokoknya lebih murah.
trus yg bikin kami kaget, banchan-nya bejibun! mari kita lihat satu per satu..

kita lihat: ada 4 deret dari kiri sampai kanan.
deret pertama (paling kiri):
paling depan yg ada sendoknya nangkring: batang daun bawang tapi kecil. dimasak dgn saos cabe bercuka.
trus yg warna kuning itu lobak dipotong2 melintang. lalu diawetkan dgn cuka.
paling ujung adalah sayur goreng telur. sebelahnya adalah sosis goreng tepung-telur.
deret kedua:
paling depan: akar atau lobak dicampur cabe gerus dan mungkin garam dan cuka. mirip2 kimchi.
di belakangnya adalah rumput laut basah. kurang enak sih. agak hambar. kalau yg kering (kim) kan asin.
deret ketiga:
paling depan: acar zuchinni (timun suri?). campurannya ya paling2 cabe gerus, garam, cuka. standard lah.
belakangnya: toge dicampur cabe gerus dan mungkin garam dan cuka. rasanya dingin2 nggak jelas. kalau gue makan, dimasukin ke dalam kuah sup biar anget.
paling ujung: bayam dilemesin. hehe gak tau gimana bikinnya. rasanya juga dingin2 nggak jelas. tapi nggak pedes (nggak mengandung cabe gerusan). kadang2 agak asin.
deret paling kanan:
depannya adalah kimchi! di belakang adalah omuk/odeng dicampur gerusan cabe. enak, soalnya si omuk sendiri sudah asin. dibikin dari daging ikan dihancurkan lalu dicampur tepung dan bumbu2.
side dishes itu silakan dihabiskan, sudah termasuk harga makanan. mau nambah lagi juga boleh. tapi kalau nggak habis ntar juga dia buang. huehehe..
jadi inget dulu ada temen org korea, gue ajak ke resto padang di depok, dia kira itu semua model side dishes, jadi diacak2 aja semua. waktu udah selesai makan, dihitungin satu2, baru dia bingung, lho, dihitung toh? huehehehe..
kalau di tempat2 makan di korea, kita sering lihat piring2/mangkok2 kecil juga disajikan selain piring/mangkok besar tempat makanan yg kita pesan. biasanya sih 2-3 jenis saja. dan salah satunya pasti ada kimchi. yah maklum, itu sambalnya orang korea, hehehe.
suatu hari, gue dan chinmi mampir makan malem, pas kita berdua lagi kencan ke pinggir pantai (cieeh, padahal sih hunting foto), hampir setahun yg lalu di busan. di resto biasa. entah karena busan memang lebih murah, gue beli mie rebus cuma 1500 won! lalu si chinmi beli dolsot bibimbap. di tempat lain harganya biasanya 4000, eh di situ cuma 3000 (apa 3500 ya, gue lupa). pokoknya lebih murah.
trus yg bikin kami kaget, banchan-nya bejibun! mari kita lihat satu per satu..

kita lihat: ada 4 deret dari kiri sampai kanan.
deret pertama (paling kiri):
paling depan yg ada sendoknya nangkring: batang daun bawang tapi kecil. dimasak dgn saos cabe bercuka.
trus yg warna kuning itu lobak dipotong2 melintang. lalu diawetkan dgn cuka.
paling ujung adalah sayur goreng telur. sebelahnya adalah sosis goreng tepung-telur.
deret kedua:
paling depan: akar atau lobak dicampur cabe gerus dan mungkin garam dan cuka. mirip2 kimchi.
di belakangnya adalah rumput laut basah. kurang enak sih. agak hambar. kalau yg kering (kim) kan asin.
deret ketiga:
paling depan: acar zuchinni (timun suri?). campurannya ya paling2 cabe gerus, garam, cuka. standard lah.
belakangnya: toge dicampur cabe gerus dan mungkin garam dan cuka. rasanya dingin2 nggak jelas. kalau gue makan, dimasukin ke dalam kuah sup biar anget.
paling ujung: bayam dilemesin. hehe gak tau gimana bikinnya. rasanya juga dingin2 nggak jelas. tapi nggak pedes (nggak mengandung cabe gerusan). kadang2 agak asin.
deret paling kanan:
depannya adalah kimchi! di belakang adalah omuk/odeng dicampur gerusan cabe. enak, soalnya si omuk sendiri sudah asin. dibikin dari daging ikan dihancurkan lalu dicampur tepung dan bumbu2.
side dishes itu silakan dihabiskan, sudah termasuk harga makanan. mau nambah lagi juga boleh. tapi kalau nggak habis ntar juga dia buang. huehehe..
jadi inget dulu ada temen org korea, gue ajak ke resto padang di depok, dia kira itu semua model side dishes, jadi diacak2 aja semua. waktu udah selesai makan, dihitungin satu2, baru dia bingung, lho, dihitung toh? huehehehe..
Wednesday, February 08, 2006
spaghetti ala tuti
ah. kadang2 gue pengen ganti nama blog ini.
gak totally ganti sih.
namanya kan kentutijo. tulung jangan dibaca kentut-ijo. sangat tidak cuocok untuk menyebut makanan, hehehe.
bagaimana kalau dibaca ken-tuti-jo?
jadi tetap cocok dengan nama si ken. dan gue jadi tuti! setoejoe? :p
(si hikaru jadi jo hehehe..)
jadi tuti bikin spaghetti nih ceritanya. dengan bumbu2 dasar.
1). saos tomat
2). garam
3). lada (merica) bubuk
ini rasanya dasar banget. basic gitu deh. sangat indonesia. seperti bikinan gue jaman baru belajar masak. hahaha.
tapi gue suka menambah 2 bahan ekstra. lada saja kurang pedas. gue tambahlah dengan:
4). kecap manis
kebetulan sih adanya abc. tapi gue lebih suka bango. lebih manis. kalau abc terasa asinnya. sedikit rasa manis itu perlu. dan kecap melakukannya dengan baik, karena warnanya gelap! bisa bikin warna saos jadi lebih gelap (karena gue nggak mau kebanyakan saos tomat, jadi kurang merah --> baguslah ada warna penggelap).
5). sambal!
kebetulan ada sambal terasi kokita. dulu gue pernah pakai sambal bajak kokita. lebih enak rasa sambal bajak sih sebetulnya..

gue tidak pakai oregano atau basil. no italian taste at all.
tapi gue merasa masih ada yang kurang! apakah gerangan? rasa2 yg asin2 sedikit asam. ya, rasa asam yg acidic, bukan sour. sour adalah rasa si saos tomat.
gue sangat yakin, jawabannya adalah:
6). keju!

gue pakai ini keju masak. hoehehehe (whoaa 80% lemak!). baru kali ini gue beli keju masak. iseng2 aja sih. sebetulnya rasanya gak enak. gak gurih. tapi entah kenapa, bisa memberikan rasa tambahan pada bumbu spaghetti gue.
sekian soal bumbu!
untuk bahan2 pelengkap, gue masukkan:
7). jamur (mushroom)
8). brokoli dipotong kecil2 (enak deh! kremus2 gitu. jangan terlalu lama memasaknya supaya tidak layu)
9). tentu saja bawang bombay yang banyak!
ini untuk menambah kekayaan (richness) saosnya.
10). tepung maizena, untuk menambah kekentalan saosnya.
jadi deh saosnya.

jadi deh spaghetti gue. anak2 gue suka!
gak totally ganti sih.
namanya kan kentutijo. tulung jangan dibaca kentut-ijo. sangat tidak cuocok untuk menyebut makanan, hehehe.
bagaimana kalau dibaca ken-tuti-jo?
jadi tetap cocok dengan nama si ken. dan gue jadi tuti! setoejoe? :p
(si hikaru jadi jo hehehe..)
jadi tuti bikin spaghetti nih ceritanya. dengan bumbu2 dasar.
1). saos tomat
2). garam
3). lada (merica) bubuk
ini rasanya dasar banget. basic gitu deh. sangat indonesia. seperti bikinan gue jaman baru belajar masak. hahaha.
tapi gue suka menambah 2 bahan ekstra. lada saja kurang pedas. gue tambahlah dengan:
4). kecap manis
kebetulan sih adanya abc. tapi gue lebih suka bango. lebih manis. kalau abc terasa asinnya. sedikit rasa manis itu perlu. dan kecap melakukannya dengan baik, karena warnanya gelap! bisa bikin warna saos jadi lebih gelap (karena gue nggak mau kebanyakan saos tomat, jadi kurang merah --> baguslah ada warna penggelap).
5). sambal!
kebetulan ada sambal terasi kokita. dulu gue pernah pakai sambal bajak kokita. lebih enak rasa sambal bajak sih sebetulnya..

gue tidak pakai oregano atau basil. no italian taste at all.
tapi gue merasa masih ada yang kurang! apakah gerangan? rasa2 yg asin2 sedikit asam. ya, rasa asam yg acidic, bukan sour. sour adalah rasa si saos tomat.
gue sangat yakin, jawabannya adalah:
6). keju!

gue pakai ini keju masak. hoehehehe (whoaa 80% lemak!). baru kali ini gue beli keju masak. iseng2 aja sih. sebetulnya rasanya gak enak. gak gurih. tapi entah kenapa, bisa memberikan rasa tambahan pada bumbu spaghetti gue.
sekian soal bumbu!
untuk bahan2 pelengkap, gue masukkan:
7). jamur (mushroom)
8). brokoli dipotong kecil2 (enak deh! kremus2 gitu. jangan terlalu lama memasaknya supaya tidak layu)
9). tentu saja bawang bombay yang banyak!
ini untuk menambah kekayaan (richness) saosnya.
10). tepung maizena, untuk menambah kekentalan saosnya.
jadi deh saosnya.

jadi deh spaghetti gue. anak2 gue suka!
Sunday, January 15, 2006
makaroni skotel tanpa oven
skotel lagi!
udah tahun 2006, tapi gue masih belum hidup dengan oven, hahaha..
iseng aja bikin ginian:
- makaroni direbus sampai empuk, lalu tiriskan
- brokoli segar
- jamur merang (yg biasa dipakai buat topping pizza itu lho) --> gue pakai yg kalengan.
- 3 bahan diatas dicampur jadi satu di atas loyang panggangan.
- lalu tuangkan 5 butir telur yg sudah dikocok. bagusnya sih tambahin susu supaya larutan telurnya lebih banyak, sehingga bisa lebih luas menjangkau sela-sela tumpukan makaroni.
- terakhir taburkan keju cheddar parut di atasnya..
- lalu panggang loyang dalam oven sampai telur mengembang dan keju meleleh.
eits! tapi gue nggak punya oven! jadilah dengan cara:
- penggorengan datar yg biasa dipakai utk telur dadar, bukan penggorengan cekung
- dilapisi aluminium foil (supaya tidak lengket2 amat)
- lalu diolesi mentega tipis, supaya tidak hangus bawahnya
- tuangkan adonan makaroni skotel ke atas si penggorengan
- tutup rapat-rapat, dan panaskan dengan api kecil

dengan ditutup, akan membuat efek seperti di dalam oven, karena panasnya terperangkap.
dengan api kecil, membuat panasnya merata, tidak hangus bawahnya.
setelah matang, dipotong2 di atas situ juga. kalau takut menggores alas si penggorengan, bisa angkat aluminium foilnya, lalu potong dan kupas si foil dari bagian bawah si potongan skotel.

hehehe iseng banget ah.
tapi yg jelas ini makanan sehat.
makaroni: karbohidrat
susu: protein, kalsium, vitamin
telur: protein, vitamin
brokoli: vitamin, serat
udah tahun 2006, tapi gue masih belum hidup dengan oven, hahaha..
iseng aja bikin ginian:
- makaroni direbus sampai empuk, lalu tiriskan
- brokoli segar
- jamur merang (yg biasa dipakai buat topping pizza itu lho) --> gue pakai yg kalengan.
- 3 bahan diatas dicampur jadi satu di atas loyang panggangan.
- lalu tuangkan 5 butir telur yg sudah dikocok. bagusnya sih tambahin susu supaya larutan telurnya lebih banyak, sehingga bisa lebih luas menjangkau sela-sela tumpukan makaroni.
- terakhir taburkan keju cheddar parut di atasnya..
- lalu panggang loyang dalam oven sampai telur mengembang dan keju meleleh.
eits! tapi gue nggak punya oven! jadilah dengan cara:
- penggorengan datar yg biasa dipakai utk telur dadar, bukan penggorengan cekung
- dilapisi aluminium foil (supaya tidak lengket2 amat)
- lalu diolesi mentega tipis, supaya tidak hangus bawahnya
- tuangkan adonan makaroni skotel ke atas si penggorengan
- tutup rapat-rapat, dan panaskan dengan api kecil

dengan ditutup, akan membuat efek seperti di dalam oven, karena panasnya terperangkap.
dengan api kecil, membuat panasnya merata, tidak hangus bawahnya.
setelah matang, dipotong2 di atas situ juga. kalau takut menggores alas si penggorengan, bisa angkat aluminium foilnya, lalu potong dan kupas si foil dari bagian bawah si potongan skotel.

hehehe iseng banget ah.
tapi yg jelas ini makanan sehat.
makaroni: karbohidrat
susu: protein, kalsium, vitamin
telur: protein, vitamin
brokoli: vitamin, serat
Monday, December 26, 2005
2 bulan tidak update! - jjajangmyeon
mari kita tutup tahun 2005 ini dengan cerita panjang tentang jjajangmyeon (mie jjajang).
jjajangmyeon konon kabarnya adalah masakan china, yg diadopsi oleh orang2 korea (tapi ya kalau di korea cuma bisa kita jumpai di restoran2 china). konon kabarnya lagi, di china gak ada! selidik punya selidik, gue jumpai itu waktu gue ke beijing, dengan nama zha jiang mian. coba ketemu orang china, suruh baca tulisan "zha jiang" pasti bakal kedengeran mirip dengan orang korea yg disuruh baca tulisan "jjajang" hehehe. iseng2 gara2 tulisan ini, gue sumbang 1 paragraf di wikipedia tentang jjajangmyeon (lihat paragraf kedua).
tampang mereka kayak apa? mirip. tapi yg di china lebih dikit sausnya, jadi lebih terang warnanya, dibanding yg korea, krn yg korea sausnya banyak. tapi jadi syedap. jadi gue suka versi korea. jjajangmyeon biasanya dicampur daging babi atau udang atau cumi kalau di korea. kalau di china daging babi atau sapi, atau telur orak arik (scrambled egg).
mari kita mulai lihat cara memasaknya!
EPISODE PERTAMA: EPISODE GAGAL
kenapa gagal?
pertama: walaupun sudah pakai bawang bombay yg banyak, gue pakai wortel dipotong tidak senonoh, dan pakai paprika.



kedua: satu pak kedelai hitam gerus alias black bean paste (bahasa korea: chunjang) ini gue pakai semua buat sayuran yg sebanyak itu. harusnya cuma separuh atau sepertiga. isinya 300gram, seharusnya untuk makan 4 orang cukup pakai 100-150gram pasta kedelai hitam ini.

ketiga: cara masak gue nggak pakai goreng2 yg banyak. tapi pakai rebus2an. padahal asalnya jjajangmyeon itu mie goreng, bukan mie rebus.
awalnya kelihatannya betul. habis menumis bawang bombay, lalu masukkan air.


terus gue masukin wortel duluan, supaya agak empuk. baru masukin paprika. ehh terakhir baru deh masukin pasta kedelai hitam. pantesan rasanya seperti mie rebus!



walaupun.. hasil akhirnya ya begini ini. mirip2 lah dengan yg di restoran. tampangnya doang. tapi rasanya.. udah terlalu buanyak chunjang-nya, modelnya rebus pula.

akhirnya gue coba lagi beberapa bulan kemudian.
EPISODE KEDUA: EPISODE PERBAIKAN
pertama: masih pakai chunjang merek langganan gue. tapi gue pakai setengah saja, alias 150gram.

kedua: tepung maizena untuk mengentalkan kuah, supaya seperti mie goreng atau capcay, bukan mie rebus.

ketiga: minyak wijen dan daging! ya. minyak wijen ini gue pakai untuk menggoreng ikan tuna (kan gue gak makan daging merah), supaya rasa si ikan mirip daging barbekyu hihihi. jadi kalau pakai daging merah (sapi cincang) mungkin lebih enak buat para pemakan daging.


keempat: nggak pakai paprika. kali ini gue pakai timun suri (maunya sih timun biasa, tapi orang korea suka pakai timun suri). beserta si wortel, keduanya dipotong panjang2 seperti jarum. juga pakai daun bawang dong!

kelima: si chunjang digoreng dulu!

keenam: sayur2an digoreng dulu. lalu dicampur dengan si chunjang, digoreng bersama. intinya: goreng!


ketujuh: setelah goreng2an, baru deh ditambah air, dan jangan lupa maizenanya. supaya kuahnya kental mirip kuah capcay.

inilah hasilnya. lagi2 tampangnya sama. tapi rasanya beda, bok! tentu lebih enak. gak ada getir2nya karena kebanyakan chunjang. dan lebih serasa mie goreng. nyam!


sekian cerita akhir tahun tentang jjajangmyeon. sampai jumpa tahun depan!
jjajangmyeon konon kabarnya adalah masakan china, yg diadopsi oleh orang2 korea (tapi ya kalau di korea cuma bisa kita jumpai di restoran2 china). konon kabarnya lagi, di china gak ada! selidik punya selidik, gue jumpai itu waktu gue ke beijing, dengan nama zha jiang mian. coba ketemu orang china, suruh baca tulisan "zha jiang" pasti bakal kedengeran mirip dengan orang korea yg disuruh baca tulisan "jjajang" hehehe. iseng2 gara2 tulisan ini, gue sumbang 1 paragraf di wikipedia tentang jjajangmyeon (lihat paragraf kedua).
tampang mereka kayak apa? mirip. tapi yg di china lebih dikit sausnya, jadi lebih terang warnanya, dibanding yg korea, krn yg korea sausnya banyak. tapi jadi syedap. jadi gue suka versi korea. jjajangmyeon biasanya dicampur daging babi atau udang atau cumi kalau di korea. kalau di china daging babi atau sapi, atau telur orak arik (scrambled egg).
mari kita mulai lihat cara memasaknya!
EPISODE PERTAMA: EPISODE GAGAL
kenapa gagal?
pertama: walaupun sudah pakai bawang bombay yg banyak, gue pakai wortel dipotong tidak senonoh, dan pakai paprika.



kedua: satu pak kedelai hitam gerus alias black bean paste (bahasa korea: chunjang) ini gue pakai semua buat sayuran yg sebanyak itu. harusnya cuma separuh atau sepertiga. isinya 300gram, seharusnya untuk makan 4 orang cukup pakai 100-150gram pasta kedelai hitam ini.

ketiga: cara masak gue nggak pakai goreng2 yg banyak. tapi pakai rebus2an. padahal asalnya jjajangmyeon itu mie goreng, bukan mie rebus.
awalnya kelihatannya betul. habis menumis bawang bombay, lalu masukkan air.


terus gue masukin wortel duluan, supaya agak empuk. baru masukin paprika. ehh terakhir baru deh masukin pasta kedelai hitam. pantesan rasanya seperti mie rebus!



walaupun.. hasil akhirnya ya begini ini. mirip2 lah dengan yg di restoran. tampangnya doang. tapi rasanya.. udah terlalu buanyak chunjang-nya, modelnya rebus pula.

akhirnya gue coba lagi beberapa bulan kemudian.
EPISODE KEDUA: EPISODE PERBAIKAN
pertama: masih pakai chunjang merek langganan gue. tapi gue pakai setengah saja, alias 150gram.

kedua: tepung maizena untuk mengentalkan kuah, supaya seperti mie goreng atau capcay, bukan mie rebus.

ketiga: minyak wijen dan daging! ya. minyak wijen ini gue pakai untuk menggoreng ikan tuna (kan gue gak makan daging merah), supaya rasa si ikan mirip daging barbekyu hihihi. jadi kalau pakai daging merah (sapi cincang) mungkin lebih enak buat para pemakan daging.


keempat: nggak pakai paprika. kali ini gue pakai timun suri (maunya sih timun biasa, tapi orang korea suka pakai timun suri). beserta si wortel, keduanya dipotong panjang2 seperti jarum. juga pakai daun bawang dong!

kelima: si chunjang digoreng dulu!

keenam: sayur2an digoreng dulu. lalu dicampur dengan si chunjang, digoreng bersama. intinya: goreng!


ketujuh: setelah goreng2an, baru deh ditambah air, dan jangan lupa maizenanya. supaya kuahnya kental mirip kuah capcay.

inilah hasilnya. lagi2 tampangnya sama. tapi rasanya beda, bok! tentu lebih enak. gak ada getir2nya karena kebanyakan chunjang. dan lebih serasa mie goreng. nyam!


sekian cerita akhir tahun tentang jjajangmyeon. sampai jumpa tahun depan!
Wednesday, October 26, 2005
kentang skotel
apa aja deh yg skotel, asal bukan makaroni hehehe.
yg penting mengandung karbohidrat. biar kenyang.
yg harus ada dari skotel ala gue adalah: karbohidrat, telur, saos tomat, dan keju. sebetulnya sih karbohidrat diganti yg lain tapi bertekstur mirip karbohidrat juga bisa. misalnya tahu yg keras. yak mari kali ini kita bahas kentang saja!
pertama: siapkan merica (lada), garam, dan bawang putih cincang untuk bumbunya. tumis bawang sampai harum.

kedua: siapkan sayur cincang. gue pilih wortel, karena selain keras, juga warnanya oranye, lucu buat bikin bercak-bercak di kentang yg kuning. pakai sayur hijau seperti bayam juga bisa. buncis juga bagus (sayang susah nyarinya di korea, musti beli di toko sayur impor!). oya, untuk wortel, jangan lupa rebus (kukus lebih baik) dulu sebentar supaya lunak, jadi enak mencincangnya.

ketiga: jangan lupa telur kocok dan kentangnya! berhubung kita bicara kentang yg keras itu, maka perlu direbus dulu baru kemudian ditumbuk sampai halus. lalu campurlah kentang, telur, wortel cincang, dan bumbu-bumbu yg sudah disiapkan tadi. kenapa perlu telur? supaya ada pengikat antara kentang dan sayur cincang. supaya si adonan mengembang juga.

keempat: setelah tercampur dengan baik, ratakan permukaan adonan. lalu oleskan saos tomat di permukaannya. bisa juga pakai sistem kecrot lalu ratakan seperti pada gambar hehehehe..

kelima: setelah saos tomat rata menutupi permukaan, jangan lupa taburkan keju cheddar, bukan keju lain macam mozarella atau feta. ingat, keju cheddar itu rasanya asin, jadi perlu untuk jadi penambah rasa asin dan sedap dikombinasi dengan rasa kecut si saos tomat. berhubung gue nggak punya parutan keju dan keju gue yg slices bukan balok, jadilah dipotong-potong kotak-kotak kecil-kecil lalu ditaburkan ke situ hehehehe..

keenam: panggang, dong! bagusnya sih pakai oven biasa (gas/listrik), biar kejunya kering kriuuuk! tapii, karena adanya oven microwave, jadilah kejunya kering keriput gitu, bukan kering yg kriuk alias garing. yah, agak-agak basah gitu deh jadinya.

ketujuh: tester! cobain dong! kata tester: kurang asin! huuuu.. dasar testernya yg sukanya asin kali yak. ya sudah, makan pakai saus sambal biar sedap deh.
yg penting mengandung karbohidrat. biar kenyang.
yg harus ada dari skotel ala gue adalah: karbohidrat, telur, saos tomat, dan keju. sebetulnya sih karbohidrat diganti yg lain tapi bertekstur mirip karbohidrat juga bisa. misalnya tahu yg keras. yak mari kali ini kita bahas kentang saja!
pertama: siapkan merica (lada), garam, dan bawang putih cincang untuk bumbunya. tumis bawang sampai harum.

kedua: siapkan sayur cincang. gue pilih wortel, karena selain keras, juga warnanya oranye, lucu buat bikin bercak-bercak di kentang yg kuning. pakai sayur hijau seperti bayam juga bisa. buncis juga bagus (sayang susah nyarinya di korea, musti beli di toko sayur impor!). oya, untuk wortel, jangan lupa rebus (kukus lebih baik) dulu sebentar supaya lunak, jadi enak mencincangnya.

ketiga: jangan lupa telur kocok dan kentangnya! berhubung kita bicara kentang yg keras itu, maka perlu direbus dulu baru kemudian ditumbuk sampai halus. lalu campurlah kentang, telur, wortel cincang, dan bumbu-bumbu yg sudah disiapkan tadi. kenapa perlu telur? supaya ada pengikat antara kentang dan sayur cincang. supaya si adonan mengembang juga.

keempat: setelah tercampur dengan baik, ratakan permukaan adonan. lalu oleskan saos tomat di permukaannya. bisa juga pakai sistem kecrot lalu ratakan seperti pada gambar hehehehe..

kelima: setelah saos tomat rata menutupi permukaan, jangan lupa taburkan keju cheddar, bukan keju lain macam mozarella atau feta. ingat, keju cheddar itu rasanya asin, jadi perlu untuk jadi penambah rasa asin dan sedap dikombinasi dengan rasa kecut si saos tomat. berhubung gue nggak punya parutan keju dan keju gue yg slices bukan balok, jadilah dipotong-potong kotak-kotak kecil-kecil lalu ditaburkan ke situ hehehehe..

keenam: panggang, dong! bagusnya sih pakai oven biasa (gas/listrik), biar kejunya kering kriuuuk! tapii, karena adanya oven microwave, jadilah kejunya kering keriput gitu, bukan kering yg kriuk alias garing. yah, agak-agak basah gitu deh jadinya.

ketujuh: tester! cobain dong! kata tester: kurang asin! huuuu.. dasar testernya yg sukanya asin kali yak. ya sudah, makan pakai saus sambal biar sedap deh.
Monday, September 12, 2005
Permintaan Maaf kepada Vietopia
Tanggal 11 September,bokap gw nraktir makan (tgl 9 september-nya ultah), tapi gak tau mau kemana. jadi gw ngusulin utk ke Vietopia dengan beberapa alasan: pernah di review oleh Yohan Handoyo dan Hikaru, gue sendiri pernah kesana dan gue puas, dan juga gw pengen memperkenalkan jenis makanan lain ke keluarga gue terutama bokap dan nyokap.
Anyway, kami datang ke sana, pesan makanan dan minuman. Ketika makan, nyokap dan bokap complain ke pelayan kalo makanannya keasinan. Pelayan lsg menawarkan utk mengganti makanan tsb. Nyokap bilang "gak usah", tapi sambil pasang muka jutek dan bokap & nyokap membalik sendok dan garpu. Lucunya kakak gw gak ngerasa asin (dia memesan menu yang sama). Nah terus gw cek deh, gw makan makanannya nyokap (sekalian gw lg laper sih), eh ternyata.... gak keasinan tuh. Terus gw terangin ke nyokap, "disini, kalo complain lsg diganti makanannya. kayak dulu temenku complain di sebuah kedai kopi, diganti deh sampe 3 kali."
Terus nyokap gw bilang: "Aku gak complain, cuma ngasih tau doang kalo ini keasinan utk yg hipertensi" (lha??, kalo gitu mustinya tadi kasih tau ke pelayannya kurangin garam-nya, soalnya bokap hipertensi. maksud gue, kita gak boleh complain mengenai sesuatu yang bukan standard dan nggak kita minta)
"lagian aku nggak minta ganti kok, kan rugi restorannya kalo aku minta ganti" (yeah right, tapi daripada customer nggak puas, terus ngomong ke orang2 kalo makanan disitu nggak enak, resto kan musti jaga kualitas makanannya, ya mau gak mau musti diganti lah).
Kayaknya bokap gw masih laper, jadi gue kasih sebagian makanan gw (gw cuma makan 1 ikan, udah cukup lah ngerasainnya, lagian gw ngabisin makanan nyokap gw). Nyokap jg ngerasain ikan gw, dan gue bersyukur banget kalo mereka suka (dan menurut gw sih tingkat keasinannya sama tuh dgn makanan nyokap). Gw pesen dessert-nya: mango
with sticky rice. Terus Managernya nyamperin gue, dia minta maaf tadi makanannya keasinan, dan dia nawarin dessert-nya (plus pancake), sbg compliment. Gue pengen ngomong ke dia kalo sebenernya gak ada masalah sama makanannya, tapi kalo gw ngomong gitu, gw tau nyokap bakalan ikut nimbrung dst dst dst, masalah jd makin ribet.
Jadi melalui tulisan ini,
Saya, Wisnu "Kentut Ijo" Adiarso Indrasworo, meminta maaf atas kejadian tgl 11 September siang, sama sekali gak ada masalah dgn makanannya, cara management Vietopia dalam mengatasi complaint jg bagus(gw bukan ngomongin dikasih/nggak dikasih compliment, tapi nanyain makanannya kenapa, terus nawarin utk disiapkan yg baru dsb) , justru saya tetap merekomendasikan orang2 utk nyobain makan di Vietopia.
Great Food, Great Service, Great Place at Vietopia.
(PS: gak sempet review, foto2 aja kali ya yg menyusul)





Anyway, kami datang ke sana, pesan makanan dan minuman. Ketika makan, nyokap dan bokap complain ke pelayan kalo makanannya keasinan. Pelayan lsg menawarkan utk mengganti makanan tsb. Nyokap bilang "gak usah", tapi sambil pasang muka jutek dan bokap & nyokap membalik sendok dan garpu. Lucunya kakak gw gak ngerasa asin (dia memesan menu yang sama). Nah terus gw cek deh, gw makan makanannya nyokap (sekalian gw lg laper sih), eh ternyata.... gak keasinan tuh. Terus gw terangin ke nyokap, "disini, kalo complain lsg diganti makanannya. kayak dulu temenku complain di sebuah kedai kopi, diganti deh sampe 3 kali."
Terus nyokap gw bilang: "Aku gak complain, cuma ngasih tau doang kalo ini keasinan utk yg hipertensi" (lha??, kalo gitu mustinya tadi kasih tau ke pelayannya kurangin garam-nya, soalnya bokap hipertensi. maksud gue, kita gak boleh complain mengenai sesuatu yang bukan standard dan nggak kita minta)
"lagian aku nggak minta ganti kok, kan rugi restorannya kalo aku minta ganti" (yeah right, tapi daripada customer nggak puas, terus ngomong ke orang2 kalo makanan disitu nggak enak, resto kan musti jaga kualitas makanannya, ya mau gak mau musti diganti lah).
Kayaknya bokap gw masih laper, jadi gue kasih sebagian makanan gw (gw cuma makan 1 ikan, udah cukup lah ngerasainnya, lagian gw ngabisin makanan nyokap gw). Nyokap jg ngerasain ikan gw, dan gue bersyukur banget kalo mereka suka (dan menurut gw sih tingkat keasinannya sama tuh dgn makanan nyokap). Gw pesen dessert-nya: mango
with sticky rice. Terus Managernya nyamperin gue, dia minta maaf tadi makanannya keasinan, dan dia nawarin dessert-nya (plus pancake), sbg compliment. Gue pengen ngomong ke dia kalo sebenernya gak ada masalah sama makanannya, tapi kalo gw ngomong gitu, gw tau nyokap bakalan ikut nimbrung dst dst dst, masalah jd makin ribet.
Jadi melalui tulisan ini,
Saya, Wisnu "Kentut Ijo" Adiarso Indrasworo, meminta maaf atas kejadian tgl 11 September siang, sama sekali gak ada masalah dgn makanannya, cara management Vietopia dalam mengatasi complaint jg bagus(gw bukan ngomongin dikasih/nggak dikasih compliment, tapi nanyain makanannya kenapa, terus nawarin utk disiapkan yg baru dsb) , justru saya tetap merekomendasikan orang2 utk nyobain makan di Vietopia.
Great Food, Great Service, Great Place at Vietopia.
(PS: gak sempet review, foto2 aja kali ya yg menyusul)





Friday, August 26, 2005
mami masak batagor!
weekend tanggal lalu, nafsu masak gue lagi meningkat dengan parah. gue pokoknya harus masak!
akhirnya gue memutuskan untuk masakin anak-anak gue. ceritanya gue di sini sebagai mami, karena mereka itu lucu-lucu sih, kayak anak-anak gue aja hahaha..
ya awalnya gue berencana masak batagor karena terinspirasi status ym seorang teman, yg mengaku "kangen batagor". wah langsung saat itu bukan nafsu makan gue yang melonjak, tapi nafsu masak! gue pengen masak batagor! (dan terus memakannya juga dong hehehehe).
jadi berhubung gue gak tau ke mana harus pergi cari supermarket gede di deket rumah anak-anak itu, gue pergi ke supermarket langganan mereka. ternyata oh ternyata, gak ada daging ikan! bingung dong, bikin isi sumpelan ikan buat batagornya? akhirnya iseng punya iseng, gue belilah odeng alias empek-empek ala korea:

yang memang bentuknya bermacam-macam. gue beli yg satu kantong isi yg lembaran-lembaran saja (lihat gambar di atas: pojok kanan bawah).
di supermarket itu, gue beli juga tahu (tahu korea gak ada yg model berkulit alias tahu goreng!) yg model biasa, putih-putih saja. tahu putih itu mirip tahu-tahu di indonesia, jadi tak sehalus tahu sutera yg sering dimasak di dalam sup-sup korea.
lalu gue beli kentang dan kol (wah, ada potongan kecil, irit!) untuk bahan pelengkapnya. memang kemarinnya gue habis pergi beli bumbu pecel di foreign food market, ya karena sudah rencana mau masak batagor. tak lupa kecap bango, yg memang sudah ada di rumah mereka.
pertama, gue potong-potong semua tahu bentuk segitiga, lalu gue goreng. tampangnya jadi mirip tahu indonesia yg berkulit. lalu gue bolongin bagian bawah segitiganya, untuk tempat nyumpelin adonan ikan.
odeng dicacah sampai kecil-kecil, lalu dicampur dengan tepung maizena yg berfungsi sebagai pembuat kaku (tepung kanji atau starch). setelah ditambahi sedikit garam supaya lebih berasa, jadilah adonan ikan (sayangnya gak ada merica dan bawang putih sih, ketinggalan di rumah mami di dusun!).

lalu gue kukus kentang dan kol supaya lunak. sambil nunggu kukusan, gue mau goreng tahunya. tapi lho, tepungnya lupa beli! akhirnya gue pergi ke warung belakang kompleks, ketemu lah tepung buchim. buchim adalah pancake alias dadar ala korea, yg isinya daun bawang, sayuran, diublek-ublek dengan adonan tepung, dikasih garam merica dll, lalu digoreng gepeng-gepeng (iye namanya juga dadar).

maunya sih beli tepung twigim. twigim adalah tempura dalam bahasa korea. ya persis banget sama tempura jepang, tapi disebut twigim (iye lah namanya juga beda bahasa). gue beli tepung buchim karena campurannya yg pas, ada tepung berasnya, jadi agak-agak kenyal berat lengket gitu, gak kering garing kriuk seperti tepung twigim (pernah makan tempura, kan? kan garing gitu tepungnya).
dan tahu pun tergoreng dengan sukses dan cantik!

eh, itu gue iseng bikinin sisa-sisa tahu hasil pembolongan tahu, gue campur tepung kanji, dicampur garam, gue masukin air rebusan, jadi bakso tahu deh! dan terus gue goreng hehehe.. (itu tuh gambarnya yg bulet-bulet)
ternyata odeng yg cuma sebungkus kecil itu, hasilnya banyak banget setelah dicacah dan dicampur tepung maizena! akhirnya gue gumpal-gumpal juga, digulingkan di sisa tepung, dan digoreng juga deh! lumayan buat gaya empek-empek hehehehe.. (kok tampangnya mirip pisang goreng, ya?)

lalu gue sajikan semuanya.

tak lupa gue telpon 3 anak gue di sekolah masing-masing. "langsung pulang ya, nak! jangan makan sama teman-teman. mami sudah masak buat makan malam kalian." dua anak menyanggupi, kecuali si adi. karena ada yg bilang ke dia "adi, yuk main bola!" jadi mami dibilangin sisain aja makanannya di meja mi..
tahu batagor ngasal bikinan mami ternyata keren juga! ^^;

lihat tuh dalemnya ;)
dengan sajian seperti ini, dua anak mami makan dengan lahap. masing-masing makan 2 porsi piring kecil ini (saus bumbu kacang plus kecap manis). sampai pada kekenyangan dan ngantuk, lho!

mami sisakan 2 porsi piring kecil persis sama, buat si adi. sisa bumbu kacangnya pas persis buat dia.
sisa tahu dan empek-empek jadi-jadian itu? mami masukin kotak. mami mau pulang ke dusun 3 hari. jadi bawa bekal lah. di rumah mami kan ada bumbu pecel..
malam-malam adi bilang "miii batagornya enak! makasih yaaah!" lalu malamnya lagi anak mami satu lagi bilang "makasih mi batagornya! lumayan buat ngobatin kangen"
hehehe aseli itu kok bisa jadi banyak porsi. padahal belanja cuma 5500 won (tepung maizena dan tepung buchim-nya tentu masih sisa banyak). tinggal beli tahu, odeng, kentang, kol, bumbu pecel, jadi deh (eh, harga bumbu pecel 2500, itu ekstra emang yg bikin mahal, di luar 5500 itu ^^;).
anak-anak senang, mami senang juga! ^o^
akhirnya gue memutuskan untuk masakin anak-anak gue. ceritanya gue di sini sebagai mami, karena mereka itu lucu-lucu sih, kayak anak-anak gue aja hahaha..
ya awalnya gue berencana masak batagor karena terinspirasi status ym seorang teman, yg mengaku "kangen batagor". wah langsung saat itu bukan nafsu makan gue yang melonjak, tapi nafsu masak! gue pengen masak batagor! (dan terus memakannya juga dong hehehehe).
jadi berhubung gue gak tau ke mana harus pergi cari supermarket gede di deket rumah anak-anak itu, gue pergi ke supermarket langganan mereka. ternyata oh ternyata, gak ada daging ikan! bingung dong, bikin isi sumpelan ikan buat batagornya? akhirnya iseng punya iseng, gue belilah odeng alias empek-empek ala korea:
yang memang bentuknya bermacam-macam. gue beli yg satu kantong isi yg lembaran-lembaran saja (lihat gambar di atas: pojok kanan bawah).
di supermarket itu, gue beli juga tahu (tahu korea gak ada yg model berkulit alias tahu goreng!) yg model biasa, putih-putih saja. tahu putih itu mirip tahu-tahu di indonesia, jadi tak sehalus tahu sutera yg sering dimasak di dalam sup-sup korea.
lalu gue beli kentang dan kol (wah, ada potongan kecil, irit!) untuk bahan pelengkapnya. memang kemarinnya gue habis pergi beli bumbu pecel di foreign food market, ya karena sudah rencana mau masak batagor. tak lupa kecap bango, yg memang sudah ada di rumah mereka.
pertama, gue potong-potong semua tahu bentuk segitiga, lalu gue goreng. tampangnya jadi mirip tahu indonesia yg berkulit. lalu gue bolongin bagian bawah segitiganya, untuk tempat nyumpelin adonan ikan.
odeng dicacah sampai kecil-kecil, lalu dicampur dengan tepung maizena yg berfungsi sebagai pembuat kaku (tepung kanji atau starch). setelah ditambahi sedikit garam supaya lebih berasa, jadilah adonan ikan (sayangnya gak ada merica dan bawang putih sih, ketinggalan di rumah mami di dusun!).

lalu gue kukus kentang dan kol supaya lunak. sambil nunggu kukusan, gue mau goreng tahunya. tapi lho, tepungnya lupa beli! akhirnya gue pergi ke warung belakang kompleks, ketemu lah tepung buchim. buchim adalah pancake alias dadar ala korea, yg isinya daun bawang, sayuran, diublek-ublek dengan adonan tepung, dikasih garam merica dll, lalu digoreng gepeng-gepeng (iye namanya juga dadar).
maunya sih beli tepung twigim. twigim adalah tempura dalam bahasa korea. ya persis banget sama tempura jepang, tapi disebut twigim (iye lah namanya juga beda bahasa). gue beli tepung buchim karena campurannya yg pas, ada tepung berasnya, jadi agak-agak kenyal berat lengket gitu, gak kering garing kriuk seperti tepung twigim (pernah makan tempura, kan? kan garing gitu tepungnya).
dan tahu pun tergoreng dengan sukses dan cantik!

eh, itu gue iseng bikinin sisa-sisa tahu hasil pembolongan tahu, gue campur tepung kanji, dicampur garam, gue masukin air rebusan, jadi bakso tahu deh! dan terus gue goreng hehehe.. (itu tuh gambarnya yg bulet-bulet)
ternyata odeng yg cuma sebungkus kecil itu, hasilnya banyak banget setelah dicacah dan dicampur tepung maizena! akhirnya gue gumpal-gumpal juga, digulingkan di sisa tepung, dan digoreng juga deh! lumayan buat gaya empek-empek hehehehe.. (kok tampangnya mirip pisang goreng, ya?)

lalu gue sajikan semuanya.

tak lupa gue telpon 3 anak gue di sekolah masing-masing. "langsung pulang ya, nak! jangan makan sama teman-teman. mami sudah masak buat makan malam kalian." dua anak menyanggupi, kecuali si adi. karena ada yg bilang ke dia "adi, yuk main bola!" jadi mami dibilangin sisain aja makanannya di meja mi..
tahu batagor ngasal bikinan mami ternyata keren juga! ^^;

lihat tuh dalemnya ;)
dengan sajian seperti ini, dua anak mami makan dengan lahap. masing-masing makan 2 porsi piring kecil ini (saus bumbu kacang plus kecap manis). sampai pada kekenyangan dan ngantuk, lho!

mami sisakan 2 porsi piring kecil persis sama, buat si adi. sisa bumbu kacangnya pas persis buat dia.
sisa tahu dan empek-empek jadi-jadian itu? mami masukin kotak. mami mau pulang ke dusun 3 hari. jadi bawa bekal lah. di rumah mami kan ada bumbu pecel..
malam-malam adi bilang "miii batagornya enak! makasih yaaah!" lalu malamnya lagi anak mami satu lagi bilang "makasih mi batagornya! lumayan buat ngobatin kangen"
hehehe aseli itu kok bisa jadi banyak porsi. padahal belanja cuma 5500 won (tepung maizena dan tepung buchim-nya tentu masih sisa banyak). tinggal beli tahu, odeng, kentang, kol, bumbu pecel, jadi deh (eh, harga bumbu pecel 2500, itu ekstra emang yg bikin mahal, di luar 5500 itu ^^;).
anak-anak senang, mami senang juga! ^o^
Subscribe to:
Posts (Atom)
